Menerima Jasa Perencanaan Pelaksanaan Desain Rumah Tinggal Semua Type,Kantor, Gudang Interior, Exterior, Landscape, Rencana Anggaran Biaya, Gambar Kerja 2D, 3D, View, Isometrik Dll. Address : Jalan Projosumarto II Desa Langgen RT01/01 (Sebelah selatan kantor kecamatan Talang ) Kab.Tegal Phone/Whatsapp : 081548012999, PIN : 2949F6BF, Email : bengkelrumahtegal@gmail.com Website : bengkelrumahtegal.blogspot.com Facebook : Bengkel Rumah Tegal
Sabtu, 01 Februari 2014
RUMAH TAHAN GEMPA
Pada kesempatan kali ini saya akan mempublis Rumah Raswari, Murah danTahan Gempa. Rumah rasawari adalah rumah tahan gempa yang dibangun atas kerja sama Kementrian Perumahan Rakyat dengan penemu sistem rumah ini, yaitu Umar Sumadi.
Sebelum berhasil menemukan sistem pembangunan rumah raswari, Umar Sumadi pernah bekerja sebagai seorang tukang bangunan.
Ukuran luasnya adalah 36 meter persegi. bahan yang dipakai untuk membuat dinding berupa cetakan beton. yang ukurannya lebih tipis dari dinding biasa.
Oleh karena itu banyak orang memberi nama rumah ini sebagai rumah cetak.
Saat pertama dibuat, konsep bangunan rumah ini ialah semi permanen.
Kelebihan dari rumah ini adalah, proses pembuatannya lebih cepat dan praktis. Karena itu pembiayaannya juga menjadi lebih hemat. Untuk biaya pembuatannya, satu rumah biasanya menghabiskan dana sekitar 25 juta - 27 juta, tidak termasuk plafon dan lantai keramik. Dan bisa selesai dalam waktu 3 - 4 hari!.
Selain rumah cetak raswari, masih ada rumah murah lain, yaitu rumah dengan teknologi knock down.
Yang membedakan rumah knock down dengan rumah raswari, bagian dinding rumah tidak dicetak di lokasi pembangunan, tetapi dilakukan di pabrik, baru dibawa ke lokasi untuk dipasang pada konstruksi,
Rumah Raswari ini dibuat dengan tujuan untuk membantu masyarakat kelas menengah ke bawah agar bisa mendapat tempat tinggal yang layak dan harga terjangkau.
Sebelum dikembangkan, rumah raswari ini memakai bahan kayu yang dibuat menjadi papan.
Tapi mengingat harga kayu makin mahal dan merusak lingkungan, selanjutnya ditemukan teknologi baru.
Setelah dilakukan berbagai macam penelitian, akhirnya bahan kayu dapat diganti dengan bahan beton. Sehingga sifatnya sudah tidak semi permanen lagi, tetapi sudah permanen.
Material untuk pembuatan beton ini adalah mortar dan semen, dengan perbandingan satu banding empat.
Untuk kerangkanya masih menggunakan besi dan memakai campuran semen dan pasir. Dengan cara seperti ini penggunaan kayu bisa dikurangi.
Kayu hanya digunakan untuk membuat kerangka dan kusen kusen pintu. Sedangkan daunnya memakai triplek.
Untuk jendelanya dari kaca nako yang bisa dijadikan sirkulasi udara. Jendela ada dua dipasang pada bagian depan dan dipisah oleh pintu yang ada di tengah.
Sedangkan untuk pondasi bisa memakai umpak dan batu kali namun ada pula yang memakai karang serta slof. Semuanya tinggal disesuaikan dengan kondisi tanah atau lahan dan material yang dikehendaki.
Untuk atapnya, bisa menggunakan seng gelombang. Atau bisa juga diganti dengan asbes dan kerangkanya memakai rangka besi kanal C.
Dan untuk lantainya berupa lantai rabat yang dibuat dari campuran semen dan pasir dengan perbandingan satu dan empat.
Meski tidak memakai lantai ubin, tapi lantai rambat ini tetap memenuhi standar kesehatan dan layak huni.
Walau ukurannya tidak terlalu luas, hanya 36 meter persegi, namun sistem pembagian ruanga nya termasuk lengkap. Ada ruang tamu yang bisa disekat menjadi dua dan satunya bisa digunakan untuk ruang keluarga.
Selain proses pembuatannya lebih pratis dan tidak membutuhkan waktu yang lama, rumah cetak raswari ini punya kelebihan lain yaitu tahan terhadap gempa.
Karena itu ketika dibuat proyek percontohan, maka lokasi perumahan pertama yang dikembangkan adalah daerah Aceh. terutama untuk membantu masyarakat yang beberapa tahun lalu terkena dampak bencana tsunami.
Meski tampilannya sangat sederhana namun rumah raswari tetap punya desain yang menarik.
Jumat, 31 Januari 2014
MENGATASI DINDING RUMAH YANG REMBES AIR
MENGATASI DINDING RUMAH YANG REMBES AIR
Rembesan ini juga sering terjadi pada pertemuan antara dinding dengan atap rumah, atau antara perbedaan level bangunan, seperti perbatasan antara toilet dengan dapur, atau pada perpaduan bahan yang berbeda, misalnya pertemuan antara tembok dengan pipa (plumbing).
Pada umumnya rembesan ini dapat mengakibatkan:
- Bercak-bercak seperti jamur yang muncul pada dinding rumah.
- Penggelembungan dan pengelupasan cat.
- Ruangan menjadi lebih lembab.
- Muncul bau tidak sedap, antara bau lembab dengan bau cat.
- Jika rumah anda baru akan dibangun, maka anda dapat mempertimbangkan untuk mencampur mortar sebagai bahan plesteran dinding dengan zat aditif integral waterproofing (redseal plesteran). Anda juga bisa mensubtitusi bahan trasraam, umumnya trasraam dibuat dari susunan bata yang dilapisi mortar cement. Tetapi jika ingin mencoba bahan lain untuk trasraam, ada beberapa kombinasi material yang bisa anda gunakan, diantaranya adalah: trasraam dari lapisan aspal, karet trasraam, trasraam seng papak, susunan bata yang diplester dengan semen emulsi yang kedap air.
- Jika rumah anda adalah rumah lama, maka ada beberapa solusi treatment yang bisa dilakukan, diantaranya adalah:
- Perawatan dan perbaikan dinding rumah bagian luar. Jika rembesan air hanya meninggalkan noda berupa spot-spot yang tipis, maka rembesan air ini dapat diatasi dengan waterproofing yang biasa kita temui di toko-toko bahan bangunan, anda tinggal memilih waterproofing type coating. Tapi bila rembesan air yang terjadi cukup besar dan membuat dinding rumah bagian dalam rusak parah, maka waterproofing type coating kurang cocok untuk digunakan karena waterproofing type coating tidak kuat menahan tekanan air dari dalam tembok. Hasilnya waterproofing tersebut akan menggelembung. Sama halnya dengan penggunaan cat minyak untuk menahan rembesan air, ide ini kurang tepat karena air dari dalam dinding akan melarutkan zat alkali semen, kemudian zat alkali semen yang bertemu dengan cat minyak (alkyd) menghasilkan reaksi penyabunan yang menyebabkan cat minyat melunak dan terlepas dari dinding.Untuk mengatasi masalah ini, anda dapat melakukan plesteran ulang atau melapisi plesteran lama pada dinding bagian luar rumah dengan plesteran baru yang ditambahkan zat aditif. Zat aditif yang cocok untuk dinding waterproofing adalah redeseal atau Weldcrete coating, redseal ini adalah waterproofing yang anti lembab (dampproof) sementara Weldcrete coating adalah zat aditif campuran mortar untuk aplikasi anti air.
- Bila rembesan air disebabkan oleh adanya keretakan pada dinding bagian luar rumah, maka proses perbaikan harus difokuskan pada bagaimana mengatasi dan memperbaiki keretakan dinding luar rumah anda. Untuk dinding yang retaknya < 1 mm, anda dapat menambal bagian yang retak tersebut dengan campuran mortar semen yang ditambahkan Weldgrout. Weldgrout adalah zat aditif berupa bahan perekat yang waterproofing dan biasanya ditambahakan pada campuran mortar (PC+aggregat halus) untuk plesteran dinding luar rumah. Jika retakan dinding luar besarnya > 1 mm, solusinya adalah: potong area atau bidang dinding yang retak menggunakan mesing pemotong keramik (ceramic cutter), bisa juga dengan melebarkan area retakan dengan menggunakan betel. Kemudian retakan yang sudah dipotong atau dilebarkan itu lalu dibersihkan dan dilembabkan. Buat campuran mortar yang ditambahkan Weldgrout, kemudian isi semua celah retakan yang sudah dibersihkan tadi dengan campuran mortar+Weldgrout.
- Perawatan dan perbaikan dinding rumah bagian dalam. Jika dinding rumah anda berhimpitan atau berdempetan dengan dinding rumah tetangga (rumah couple), plesteran dinding lama yang rembes atau lembab dibagian dalam rumah bisa dikupas atau dibobok sampai bertemu dengan lapisan batu bata/batako atau silikon. Bersihkan dan lembabkan permukaan batu bata/batako atau silikon tersebut. Buat campuran mortar (PC+aggregat halus) untuk plesteran dinding dalam, kemudian campurkan dengan zat aditif Weldgrout. Campuran antara mortar dan Weldgrout akan menghasilkan mortar waterproofing untuk menutup dan melapisi dinding dalam yang terindikasi rembes atau lembab. Campuran mortar dan Weldgrout selanjutnya bisa anda aplikasikan untuk melapisi dinding bata/batako atau beton, lapisi dinding dalam rumah anda dengan dengan mortar waterproofing setebal +/- 5 mm. Setelah dinding bagian dalam anda plester ulang dengan mortar waterproofing, selanjutnya anda dapat mengecat ulang dinding bagian dalam tersebut dengan cat yang ditambahkan zat aditif berupa Weldnat.
- Jika rembesan air di bagian dalam rumah (interior) tidak terlalu parah, anda juga dapat mencoba solusi ekonomis dengan memanfaatkan zat aditif tanpa harus menggunakan mortar. Kupas cat lama pada bagian yang lembab atau rembes sampai bertemu dengan acian/plesteran dinding, bersihkan dengan air dan tunggu sampai dinding tersebut kering. Lebih baik jika anda melakukannya dimusim kering, sehingga kecil kemungkinannya dinding rumah anda lembab atau rembes akibat terpapar air.Jika dinding tersebut telah kering, gunakan zat aditif Weldcrete coating dengan takaran 1 Kg Weldcrete coating untuk menutupi dinding seluas +/- 5 m2. Tunggu beberapa hari setelah anda melapisi dinding lama dengan Weldcrete coating, baru kemudian anda cat ulang dinding bagian dalam rumah anda, jangan lupa campurkan zat aditif Weldnat pada cat yang akan anda gunakan
Rabu, 29 Januari 2014
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)



























































































